Jumat, 08 Juli 2016

Aku mencintaimu. Sungguh ! Kau percaya atau tidak tapi aku memang mencintaimu. mengagumimu dengan segala keindahanmu. 
Aku mencintaimu. Percayalah ! Karna aku tulus tanpa pengkhianatan.

Haris Mubarok.

Minggu, 28 Oktober 2012

aku begini karna aku tau aku bukan sepertimu.

aku yang ada ya hanya aku.

berkaca pada kehidupanmu itu bukan yang ku inginkan.

meski aku tak sesempurna dirimu tapi aku tau aku bisa lebih darimu.

bukan egois, ini hanya awal dari perubahan.

meski ku tau hidup bersamamu begitu indah , tapi aku tau jika aku bersamamu aku hanya bagai sehembus angin yang datang tanpa ada yang tau .

aku menyayangimu sobat , hanya itu yang perlu kau percaya . 

mulai saat ini aku belajar untuk menjadi apa yang aku inginkan . 

lupakan masa itu , dimana aku bersamamu .

dalam jeritan cerita kehidupan .

aku hanya aku .

Jumat, 23 Desember 2011

Aku orang yang gelisah dan penakut.
Namun, belahan jiwaku seorang penyabar dan penakut.
Dadanya lapang meredakan kecemasan dalam diriku.
Kala pasang tiba, kami berdekapan kembali.
Dan, saat surut menjelang aku jatuh tersungkur di hadapannya.

Sebagian dari yang kukatakan itu tak bermakna, tetapi aku mengatakan ini semua karena sebagian yang lainnya mungkin bisa menyentuhmu.
Cinta adalah desahan dari lautan kasih sayang yang dalam,
tawa dari ladang jiwa yang beraneka warna,
air mata dari kenangan surga yang tak pernah berakhir.

Jumat, 16 Desember 2011

seuntai cinta untukmu


SENYUMAN KALBU



Kalbu redup merantai waktu
Dingin diterik ganas matahari
Panas di embun pagi hari
Menghakimi dan memeras hatiku sunyi
Hela nafas panjang sumringahku
Tetap yakin jika pelangi itu akan menunggu

Rantai telaga air kehidupanku
Masih menyelimuti kalbu seakan membisu
Sisi bibirku yang menuntun untuk paksakan
Terhempas ditangisan, namun masih bisa mengukir senyuman
Berlari di dalam kegelapan dengan segenggam harapan
Mata semu ternyata fatamorgana belaka melihat titik cahaya yang datang

Silau aliran asmara menyapa
Terdiam kaku si pohon tampak ragu
Takut khayalan cermin penuh tipu
Mencoba menghancurkan mesin waktu
Karena dulu hanyut di masa lalu
Daun kering, kasat dan rapuh
Hilang dicuri angin yang tak tau arah
yang selalu menampar wajah
Mata memutih, harapan yang sangat jauh
Mainan puzzel yang tak pernah utuh

Aliran darah menuntunku semakin tampak nyata
Mengajari makna setiap apa yang ditemui oleh mata
Kalbuku dikagetkan oleh terompet kecil
Setiap yang ku dengar adalah saksi bisu
Membangunkan dari tidur yang membuatku kerdil
Tumbuh kembali si kecil yang ingin berhasil
Tajam memandang menjadi tongkatku
Meraih mimpi yang pernah hilang ditelan waktu

Kini asmara hadir di depan kalbu
Bendung lautan mata sudah tak mampu
Bukti harapan penuh kehangatan senyuman
Simbol ukiran kebahagiaan
Menjawab semua harapan
Kalbu mengetuk karena dia benar-benar datang
Entah apa yang harus dilakukan
Cahaya terang menyinari
Kemilau bulan dan bintang terbit kembali
Menggoreskan pelangi di bola mata
Yang takkan pudar ditelan masa
Kecuali hanya kehendak-Nya

Setetes harapan ingin ku tanamkan
Bersemi disepanjang waktu
Mengubur dalam-dalam kesedihan yang tak menentu
Mewarnai kehidupan bersama dirimu
Karena ku yakin itu adalah jawaban kalbu
Izinkan biru langit sebagai atap
Lihat hijau padang rumput menghampar luas
Tak pernah habis jauh mata memandang
Kini genggaman tidak akan lepas
Bersama mu tanpa batas

Siramilah sebelum layu
Semai senyuman di kalbu
Yakinkan diriku jika engkau adalah pelangi
Setia menemaniku
Mewarnai dalam hela nafasku
Bersama-sama memutar waktu
Yakinkan dirimu kalau aku adalah mataharimu
Menyinari kala redupmu
Menghiasi kala bahagiamu
Semoga kamu tahu
KALAU AKU SELALU MENCINTAIMU